Profil Pesantren

 Sekilas Pesantren Miftahul Huda Wanaraja Garut

Pesantren Miftahul Huda pertama kali didirikan atas perintah seorang guru Mursyid Tuan Guru Syekh Abdullah Ibnu Mas’ud yang sebelumnya pernah berguru kepada Syekh Abdul Qodir Asy Syafi’i Al Asy’ari pada tahun 1967, (dok. Pesantren, 2006 : page 2-3 of 4). Beliau dari Sukabumi yang membina Yayasan Al Mas’udiyyah Nyalindung Sukabumi. Beliau dikenal dengan sebutan atau nama Abah Didi. Perintah itu ditujukan kepada muridnya Ajengan Muhammad Siddiq Al Arief Tauzirie di Wanaraja Garut. Perintah itu disampaikan berupa amanah yang bersifat pernyataan dari Syekh Abdullah Ibnu Mas’ud (Abah-Didi) melalui murid utama beliau yaitu H. Abdul Malik Muhammad Razif Al Huda, pada tanggal 16 Januari tahun 2006, perintah itu sekaligus harus mulai meletakan batu pertama (Dok. Pesantren, 2006). Ajengan Muhammad Siddiq Al Arief Tauzirie sebagai pimpinan pesantren mendapatkan amanah dari Abah Didi untuk mengajarkan dan mengembangkan sebuah metode praktis kepada siapa saja yang berminat untuk mengamalkan ilmu tersebut. Ilmu tersebut terkenal dengan sebutan ilmu Tafakkur Meditasi Islam. Tujuannya adalah untuk melatih diri agar selalu ingat akan hubungan manusia dengan Allah SWT. dan mengingat kehidupan akhirat sebagai hakikat kehidupan manusia. Sampai sekarang, di Pesantren Miftahul Huda Wanaraja Garut tidak melakukan sistem kajian klasik seperti melakukan pengajian kitab kuning yang biasa dilakukan oleh Pondok Pesantren klasik. Yang menjadi kegiatan pokok di pesantren tersebut adalah mengembangkan Ilmu Tafakkur Meditasi Islam dan amalan-amalan sunnah yang biasa dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. serta membina jama’ah dalam melakukan hubungan sosial masyarakat. Ilmu Tafakur Meditasi Islam yang dikembangkan di Pesantren Miftahul Huda Wanaraja Garut sampai saat ini, telah berkembang keberbagai daerah. Diantaranya, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kab. Bandung, Kota Bandung, Kab. Subang, Ciamis, Cimahi, Kab. Indramayu, Bogor, dan beberapa daerah di Jawa Tegah seperti Cilacap, dan di daerah luar pulau Jawa, seperti Kalimantan dan Sumatra. Manfaat yang diharapkan dalam pembinaan tersebut adalah terwujudnya sikap-sikap mental Islamiah dalam kehidupan sehari-hari, yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Sikap-sikap tersebut meliputi:

  1. Memperkuat konsentrasi pikiran
  2. Memperkuat kesadaran dan kehadiran hati setiap kali kita menjalankan ibadah, terutama shalat, zikir, wirid.
  3. Mengurangi marah
  4. Meningkatkan sifat jujur
  5. Meningkatkan rasa adil dan bijaksana
  6. Meningkatkan rasa welas asih
  7. Memudahkan umat Islam untuk mengucapkan kalimat-kalimat Allah dalam menghadapi setiap kejadian yang mendadak.
  8. Menjaga mulut dalam hal berbicara
  9. Menjaga mulut ketika makan dan minum
  10. Mengatur pola tidur
  11. Mengatur pola hubungan suami istri

Pesantren Miftahul Huda Wanaraja Garut adalah sebuah pesantren yang didirikan atas kerjasama antara pembina pesantren dengan para jama’ah Tafakur Meditasi Islam yang ada diberbagai daerah. Pesantren tersebut bukan milik pribadi atau keluarga, melainkan milik bersama. Seluruh jama’ah pesantren diberikan kewenangan untuk mengembangkan pesantren tersebut. Dukungan tersebut bisa berupa pemikiran, materil maupun bentuk yang lainnya. Sehingga dalam pengembangannya dilakukan secara bersama-sama. Baik oleh pengurus pesantren maupun para jama’ah yang ada diberbagai daerah.

Kedepannya koperasi pesantren akan didirikan sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan jama’ah pesantren pada khususnya dan seluruh masyarakat pada umumnya. Ada beberapa bidang yang akan digarap oleh koperasi pesantren, diantaranya Pertanian dan Peternakan, Perikanan, Warung Serba Ada (Berupa Sembako), Beras dan Gabah, dan Simpan Pinjam, juga Sistem kerjasama dengan Perusahaan Negeri maupun Swasta. Status Pesantren Miftahul Huda yang berlokasi di Kampung Lebaknangka Jl. Bojongnangka, RT. 02, RW. 04, Desa Wanaraja Kecamatan Wanaraja Kabipaten Garut, pada tahun 2007 telah mendapatkan legalitas pengembangan dari Departemen Agama Kabupaten Garut. Dengan SK DEPAG KAB. GARUT NOMOR: Kd.10.5/5/3/PP.00.7/715/2007.

Sebagai metode khusus dan praktis, Tafakkur Meditasi Islam yang dikembangkan dalam proses pembinaan akhlak tasawuf di Pesantren Miftahul Huda Wanaraja Garut sesuai dengan adab dan tujuan dzikir. Hal ini di jelaskan dalam Al-Qur’an Q.S. Al-A’raf ayat 205 :
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak dengan mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Assalamah 2000 : 371)
Surat Ar-Ra’d (13) ayat 28.

(Yaitu) orang-orang yang hatinya menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (Assalamah 2000 : 535)

 

VISI & MISI

Visi pesantren
Visi pesantren adalah mengembalikan fitrah manusia dalam menjalankan kehidupannya agar selalu mengingat Allah SWT dan kehidupan Akhirat.

Misi pesantren
• Membawa amanat Tafakur Meditasi Islam untuk dikembangkan di muka bumi sebagai upaya untuk mewujudkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yakni Allah SWT.
• Ikut serta membantu mensejahterakan masyarakat.
• Meningkatkan dan mendayagunakan potensi-potensi masyarakat.

 

TUJUAN

Tujuan utama pesantren adalah untuk mengingatkan manusia supaya beribadah kepada Allah SWT, dengan cara mandekatkan diri kepada Allah SWT. dengan sedekat-dekatnya. Dengan cara melatih diri untuk melakukan kegiatan-kegiatan ibadah (mahdhah maupun gair mahdhah), (Dok. www. abah-didi.com page 2006 : 3 of 8). Sebagai metode khusus dan praktis, Tafakkur Meditasi Islam yang dikembangkan dalam proses pembinaan akhlak tasawuf di Pesantren Miftahul Huda Wanaraja Garut adalah untuk merasakan ketenangan, kesabaran dan ketentraman di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana sama halnya dengan ujuan dzikir. Hal ini di jelaskan dalan Al-Qur’an surat Ar-Ra’d (13) ayat 28.

(Yaitu) orang-orang yang hatinya menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (Assalamah 2000 : 535)

 

SARANA DAN PRASARANA

Sampai saat ini, pesantren telah memiliki tujuh bangunan fisik. Diantaranya satu masjid, satu ruang pembina Pesantren serta berfungsi sebagai tempat pembinaan, satu gadung sebagai tempat rapat pengurus, kamar penginapan sebanyak enam ruang untuk pengurus dan santri mukimin, lahan parkir seluas 112 m2, kamar mandi sebanyak enam unit dan dapur sebanyak dua tempat. Semua bangunan tersebut berdiri di atas tanah seluas 602 m2. Proses pembangunan Pesantren Miftahul Huda Wanaraja Garut adalah hasil swadaya dan gotong royong jama’ah Pesantren Miftahul Huda Wanaraja Garut atas bimbingan dari pembina pesantren.

 

SUSUNAN KEPENGURUSAN

 

* Pengurus Pusat

Nama Jabatan Kontak
AJENGAN MUHAMMAD SIDDIQ AL ARIEF TAUZIRIE PEMBINA
AGUS BAHAJI KETUA PESANTREN
RUSTANDI SEKRETARIS
LIA NURUL ISA BENDAHARA
SAIMAN ABDUL QODIR IMAM SHALAT BERJAMA’AH 085223527958
SAJIDIN IMAM TAFAKUR BERJAMA’AH
TATANG SOLIHIN IMAM AMALAN BERJAMA’AH 087724667060

 

* Koordinator Daerah

Nama Jabatan Kontak
Bandung
ASEP MULYANA KOORDINATOR 081312382666
ROBIYAKTO SEKRETARIS 082126622833
SYAMSUDIN BENDAHARA 081221389973

 

LEGALITAS PESANTREN

akta_coversk-depag-garut piagam-pendiriandomisili_yayasan